Bangun Masa Depan Digital Bersama Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia
Memilih Program Studi Sistem Informasi Universitas Mulia berarti memilih untuk menjadi penggerak transformasi digital, bukan hanya pengguna teknologi. Di sini, kamu dipersiapkan untuk menguasai data, membangun sistem, dan menciptakan peluang bisnis digital yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata. Lulusan Sistem Informasi Universitas Mulia dibentuk dengan pola pikir analitis, kemampuan teknologi, dan jiwa technopreneur – kombinasi yang sangat dibutuhkan di era ekonomi digital saat ini dan masa depan.
Bayangkan posisi dan peran yang bisa kamu capai setelah lulus:
1. System Analyst –Perancang Sistem yang Menjawab Masalah Nyata
Bayangkan sebuah perusahaan atau instansi punya masalah klasik: proses lambat, data berantakan, laporan telat, pelayanan tidak rapi. System Analyst adalah orang pertama yang dicari—karena kamu yang mampu “membaca” persoalan dari akar, memahami kebutuhan pengguna, lalu merancang sistem yang benar-benar membantu. Kamu menjadi jembatan utama antara user (pimpinan, staf, pelanggan) dan tim teknis (developer). Tanpa System Analyst, proyek sering gagal karena sistemnya tidak sesuai kebutuhan.
Kompetensi inti yang kamu kuasai :
- Analisis kebutuhan pengguna (user requirement) dan kebutuhan bisnis
- Pemodelan proses bisnis (workflow, BPMN, use case)
- Perancangan solusi sistem (arsitektur, modul, alur data)
- Penyusunan dokumen profesional (SRS, BRD, spesifikasi sistem)
- Komunikasi lintas tim & manajemen proyek dasar
Contoh nyata di dunia kerja :
- Menyusun rancangan Sistem Informasi Akademik (KRS, nilai, presensi) yang dipakai ribuan mahasiswa
- Merancang Sistem Inventory & Penjualan agar stok tidak sering kosong dan laporan otomatis
- Membuat rancangan Sistem Layanan Publik (antrian, layanan surat, pengaduan)
Output/portofolio yang bisa kamu tunjukkan :
- Dokumen SRS/BRD, use case diagram, ERD, prototipe UI/UX, flow proses bisnis
2. Business Intelligence & Data Analyst — Mengubah Data Jadi Keputusan
Di era digital, organisasi “kaya data” tapi sering “miskin insight”. Data penjualan ada, data pelanggan ada, data operasional ada—tapi keputusan masih pakai feeling. Di sinilah kamu jadi pembeda. Data Analyst/BI Analyst adalah orang yang membuat data “berbicara”: menemukan pola, tren, peluang, dan masalah tersembunyi. Kamu membantu pimpinan menjawab pertanyaan penting seperti: “Produk mana yang paling untung?”, “Cabang mana paling efektif?”, “Kenapa penjualan turun?”, “Target bulan depan realistis atau tidak?”
Kompetensi inti yang kamu kuasai :
- Data cleaning & data preparation (rapi dulu, baru dianalisis)
- Analisis statistik dasar & eksplorasi data (EDA)
- Visualisasi & dashboard (BI dashboard yang enak dibaca pimpinan)
- Konsep data warehouse, ETL, dan analitik untuk keputusan
- Penyusunan narasi data (data storytelling) untuk presentasi manajemen
Contoh nyata di dunia kerja :
- Membuat dashboard penjualan harian/mingguan/bulanan untuk owner bisnis
- Analisis perilaku pelanggan (repeat order, produk favorit, jam ramai)
- Mengukur kinerja layanan: waktu tunggu, penyelesaian, kepuasan
Output/portofolio yang bisa kamu tunjukkan :
- Dashboard BI, laporan analisis, insight & rekomendasi, dataset bersih + dokumentasi
3. Software/System Developer – Pembuat Produk Digital Siap Pakai
Kalau System Analyst merancang solusinya, Developer yang mewujudkannya. Kamu bukan hanya membuat aplikasi “jalan”, tapi membuat sistem yang nyaman digunakan, aman, cepat, dan bisa dikembangkan. Perusahaan butuh aplikasi untuk mempercepat layanan. UMKM butuh sistem untuk menata bisnis. Instansi butuh layanan digital. Developer adalah profesi yang selalu dicari karena kamu mampu membangun “mesin” yang menggerakkan operasional digital.
Kompetensi inti yang kamu kuasai :
- Pengembangan aplikasi web/mobile (front-end & back-end)
- Manajemen basis data (relasi, query, optimasi dasar)
- API dan integrasi sistem
- Keamanan dasar aplikasi (auth, role, validasi)
- Deployment dan pemeliharaan sistem (siap dipakai real)
Contoh nyata di dunia kerja :
- Membangun aplikasi pemesanan online untuk bisnis lokal
- Mengembangkan sistem keuangan & kas yang otomatis bikin laporan
- Membuat aplikasi manajemen gudang yang terhubung dengan penjualan
Output/portofolio yang bisa kamu tunjukkan :
- Link aplikasi yang live, repository GitHub, dokumentasi API, demo video produk
4. IT Consultant / Digital Transformation Specialist — Penentu Arah Digital Organisasi
Banyak organisasi ingin “go digital”, tapi bingung mulai dari mana: sistem apa yang paling dibutuhkan, mana yang prioritas, berapa biayanya, siapa penggunanya, dan bagaimana perubahan proses kerjanya. Di sinilah peran kamu. Digital Transformation Specialist adalah orang yang membantu organisasi bertransformasi secara terencana—bukan sekadar beli aplikasi. Kamu memetakan proses, memilih solusi, menyiapkan roadmap, dan memastikan perubahan digital memberi dampak nyata: lebih cepat, lebih hemat, lebih terukur.
Kompetensi inti yang kamu kuasai :
- Audit proses bisnis dan pemetaan kebutuhan digitalisasi
- Penyusunan roadmap transformasi digital (jangka pendek–panjang)
- Manajemen perubahan (change management) dan pelatihan pengguna
- Evaluasi solusi (build vs buy, vendor, risiko, keamanan)
- Pengukuran kinerja digital (KPI/IKU berbasis data)
Contoh nyata di dunia kerja :
- Membantu UMKM beralih dari pencatatan manual ke sistem POS + laporan otomatis
- Menyusun roadmap digitalisasi sekolah/instansi (layanan, data, workflow)
- Menilai dan memilih sistem yang tepat (CRM, ERP, HRIS) sesuai kebutuhan
Output/portofolio yang bisa kamu tunjukkan :
- Dokumen roadmap, analisis kebutuhan, rancangan KPI digital, studi kelayakan
5. Technopreneur – Membangun Bisnis Digital Berbasis Solusi
Technopreneur adalah profil lulusan yang “berbeda kelas” karena kamu tidak menunggu peluang – kamu menciptakannya. Kamu melihat masalah di sekitar: layanan lambat, pemasaran tidak efektif, data usaha tidak rapi, proses manual. Lalu kamu membuat produk digital sebagai solusinya, menguji ke pasar, membangun model bisnis, dan mengembangkannya menjadi bisnis berkelanjutan.
Di era sekarang, technopreneur bukan harus “jenius teknologi”—yang penting kamu punya kemampuan membangun solusi yang dibutuhkan pasar.
Kompetensi inti yang kamu kuasai :
- Ideation & validasi pasar (apakah masalahnya nyata?)
- MVP (Minimum Viable Product): bikin versi awal produk cepat
- Model bisnis digital (pricing, value proposition, customer segment)
- Growth & scaling (strategi pemasaran digital dan peningkatan pengguna)
- Pengelolaan produk berbasis data (iterasi berdasarkan feedback)
Contoh nyata di dunia kerja/usaha :
- Membuat platform pemesanan jasa lokal (laundry, cuci sepatu, servis)
- Mengembangkan sistem manajemen UMKM (kas, stok, penjualan, laporan)
- Membangun aplikasi edukasi/komunitas berbasis data dan konten digital
Output/portofolio yang bisa kamu tunjukkan :
- Produk digital (MVP), pitch deck, landing page, metrik pengguna awal, rencana bisnis


